LEARNING METHODS
| PERGURUAN GLOBAL ISLAMIC SCHOOL |
|
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran di Perguruan Global Islamic School bernuansa bilingual (dwi bahasa), dimana kemampuan berbahasa Inggris semua Guru selalu dipantau dan di up-grade oleh English Training Centre Global Islamic School dan secara berkala dilakukan tes kualifikasi Bahasa Inggris untuk seluruh karyawan termasuk guru. |
|
Perguruan Global Islamic School mempunyai pemetaan yang jelas dalam menyelenggarakan pendidikan untuk memberikan pendidikan terbaik dan berkesinambungan kepada peserta didik pada jenjang PG-K sampai SMA.
|
|
Pedoman pelaksanaan dari program tersebut tertuang dalam buku Panduan Strategi Pendidikan Berkelanjutan Perguruan Global Islamic School. Oleh karena itu para pendidik dapat merancang, menjalankan dan mengevaluasi program pendidikan dengan baik, tepat dan terukur berkenaan dengan 6 bidang berikut ini : |
| 1. | Pendidikan Agama Islam | ||
|
Rambu - rambu dan strategi Pendidikan Agama Islam dimaksudkan sebagai acuan dasar dalam upaya mencapai tujuan pendidikan. |
|||
| a. |
Pendidikan Agama Islam di Perguruan GIS memadukan antara kurikulum nasional dan madrasah yang diolah selaras dengan tuntutan jaman, didasarkan pada sumber pokok ajaran Islam (Al-Qur'an & As-Sunnah) dalam bertutur, bersikap dan bertingkah laku. |
||
| b. |
Pemahaman Islam tidak berafiliasi pada satu mazhab tertentu tetapi yang bersifat ummatan wasathan, serta tidak mempertajam masalah khilafiyah dengan mengenalkan berbagai versi sepanjang mempunyai dalil yang shahih. Bahwa ada yang dipilih untu dijadikan sebagai pola di Perguruan GIS, semata - mata untuk kemudahan dalam proses pembelajaran. |
||
| c. |
Pendidikan Agama Islam menggunakan pola - pola sebagai berikut : |
||
| - | Sistem Sentrifugal, dari yang sederhana (inti) mengembang secara meluas sesuai perkembangan usia anak. | ||
| - | Pendekatan taysir (memudahkan): "Yassiru wala tu'assiru". | ||
| - | Pendidikan targhib (menyenangkan, reward): "Bassyiru wala tunaffiru" | ||
| - |
Penyampaiannya meaningful (bermakna) disertai contoh aktual dalam kehidupan sehari - hari |
||
| d. |
Sekolah memberikan garansi kepada lulusan SD Global Islamic School mampu membaca Al - Qur'an dengan baik, dan khatam (tamat) 30 juz. Bagi siswa SMP dan SMA yang berasal dari luar Perguruan GIS dan belum mampu membaca Al - Qur'an dengan baik, harus diberikan matrikulasi menjelang masuk sekolah dilanjutkan dengan tambahan di luar kelas jika sudah masuk proses pembelajaran. |
||
| 2. | Iklim dan Kultur Sekolah | ||
|
Banyak institusi pendidikan berbasis agama mampu menempatkan anak didiknya dalam posisi terhormat dari segi skolastik., namun gagal dalam membentuk anak sebagai manusia yang peduli terhadap orang lain, peka terhadap problem masyarakat dan isu - isu sosial yang berkembang di masyarakat. |
|||
|
Iklim dan Kultur sekolah yang dilaksanakan di Perguruan Global Islamic School terintegrasi dalam : |
|||
| - |
Berpikir Islami |
||
|
Terbiasa mensyukuri nikmat Allah, bersabar terhadap musibah, memandang kegagalan sebagai pembelajaran untuk sukses, terbiasa berani mengemukakan kebenaran meski berbeda dengan orang lain, terbuka untuk kritik dan saran serta terbiasa memandang tugas pembelajaran sebagai pendewasaan dan pencerdasan. |
|||
| - |
Bertutur Islami |
||
|
Membaca Basmalah bila memulai sesuatu dan hamdalah sesudahnya, mengucapkan salam, sapa, senyum (sesama teman, guru, kepala sekolah dan karyawan sekolah), terbiasa bicara dengan lemah lembut, meminta maaf bila berbuat kekeliruan lalu istighfar, mudah memaafkan orang lain, terbiasa meminta ijin bila menggunakan barang milik orang lain, dan menghindari kata - kata bullying. |
|||
| - |
Bersikap dan Berprilaku Islami |
||
|
Bertingkah laku sopan dan ramah, membuang sampah pada tempatnya, ta'awun (tolong-menolong), bersungguh - sungguh melaksanakan tugas, kebiasaan mau mengikuti tadarus, terbiasa bersilaturahim, berempati membantu teman yang mengalami kesulitan atau musibah, tepat waktu menjalankan shalat wajib serta terbiasa mendirikan shalat sunnah, terbiasa shalat berjamaah di masjid, komitmen tidak menyontek, disiplin dan bertanggungjawab serta akhlaqul karimah yang lainnya. |
|||
| 3. | Pendidikan Matematika | ||
|
Pembelajaran matematika di Perguruan Global Islamic School menggunakan kurikulum KTSP Plus. Kurikulum ini memiliki standar isi minimal pada tiap jenjang yang sudah ditentukan oleh pemerintah dan nilai plus di sini salah satunya adalah menerapkan kurikulum bertaraf Internasional dalam pembelajaran. Hakikat dan karakteristik matematika sekolah memberikan panduan kepada para pendidik bidang matematika, yaitu : |
|||
| - |
Matematika sebagai kegiatan penelusuran pola dan hubungan |
||
| - |
Matematika sebagai kreativitas yang memerlukan imajinasi, intuisi dan penemuan. |
||
| - |
Matematika sebagai kegiatan pemecahan masalah (problem solving) |
||
| - |
Matematika sebagai alat berkomunikasi |
||
| 4. | Pendidikan Bahasa Inggris | ||
|
Segenap civitas academica Perguruan Global Islamic School dalam keseharian dibiasakan untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Dengan nuansa tersebut, para siswa menjadi terbiasa menggunakan bahasa Inggris sebagai alat berkomunikasi sehingga kemampuan berbahasa Inggris para siswa selalu terasah. |
|||
|
Kurikulum pembelajaran bahasa Inggris di Perguruan Global Islamic School untuk SMP dan SMA berpedoman kepada kurikulum nasional yang ditentukan pemerintah dengan berbagai modifikasi dalam proses pembelajaran tanpa mengurangi standar isi. |
|||
|
Pada tingkat PG - K dan SD kurikulum pembelajaran menggunakan kurikulum internal Perguruan Global Islamic School dengan penekanan kepada kemampuan/ keberanian siswa untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris berdasarkan perkembangan usia siswa. |
|||
|
Untuk menyelaraskan program pembelajaran di kelas dengan kemampuan berbahasa Inggris para siswa, di setiap level terdapat native speaker. Sehingga siswa terbiasa menggunakan bahasa Inggris yang baik dan benar, baik lisan maupun tulisan. |
|||
|
5. |
Pendidikan Sains |
||
|
Pengembangan kurikulum sains di Perguruan Global Islamic School merespon secara proaktif berbagai perkembangan informasi, pengetahuan dan teknologi yang kesemuanya itu merupakan fakta dalam kehidupan siswa. Pengembangan tersebut bermuara kepada kompetensi sains siswa, yaitu : |
|||
| - |
Beriman dan bertakwa kepada Allah SWT |
||
| - |
Penguasaan kecakapan hidup |
||
| - |
Penguasaan prinsip - prinsip alam |
||
| - |
Kemampuan bekerja dan bersikap ilmiah |
||
| - |
Kemampuan membuat dan mengkomunikasikan karya ilmiah menggunakan berbagai media terutama berbasis IT |
||
|
Pembelajaran sains menggunakan pendekatan yang berorientasi kepada siswa sebagai pusat belajar. Peran guru bergeser dari menentukan "apa yang dipelajari" menjadi "bagaimana menyediakan dan memperkaya pengalaman belajar". Pengalaman belajar diperoleh melalui serangkaian kegiatan untuk mengeksplorasi lingkungan melalui interaksi aktif dengan teman, lingkungan dan nara sumber. |
|||
|
6. |
Pengembangan diri (Kecakapan Hidup) |
||
|
Pelaksanaan pendidikan Perguruan Global Islamic School yang berorientasi pada kecakapan hidup di mulai dari pengorganisasian mata pelajaran dan guru bidang studi, yang mengacu kepada 4 bidang kecakapan hidup (life skills), yaitu : |
|||
| - | Personal Skills Education | ||
| - | Social Skills Education | ||
| - | Environmental Skills Education | ||
| - | Vocational / Occupational Skills Education | ||
|
Life Skills Education diberikan secara tematis dan bermakna bagi para siswa, baik untuk saat ini maupun untuk kelak kemudian hari (sebagai bekal bermasyarakat). Pendekatan yang digunakan adalah pemecahan masalah secara khusus yang dapat dikaitkan dengan beberapa mata pelajaran untuk penguasaan terhadap life skills tertentu. Dengan pendekatan pemecahan masalah kehidupan sehari - hari, para siswa menjadi semakin terlatih untuk menghadapi kehidupan yang nyata. |
|||
