PROFILE SENIOR HIGH GLOBAL ISLAMIC SCHOOL
![]() |
|
|
||
|
A. PENDAHULUAN |
||
|
Kemajuan teknologi, persaingan dunia pendidikan, percepatan belajar, krisis nilai, efisiensi dan efektifitas pendidikan serta produktivitas yang terjadi pada era globalisasi merupakan faktor-faktor penting dan utama yang dipertimbangkan dalam perencanaan pengembangan SMA Global Islamic School sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), dan dalam persiapan menuju Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Program kegiatan sekolah dan proses pembelajaran di SMA GIS telah dirancang secara sistematis, dan berkesinambungan dalam rangka pengembangan potensi pesertadidik secara optimal dan seimbang (tawazun).
|
||
|
SMA GIS menggunakan strategi pembelajaran Active & Cooperative Learning yang bervariasi sesuai kompetensi, seperti ; Problem Based Learning, Inquiry - Based Learning, Project - based Learning dan lain-lain, yang biasa diterapkan di sekolah berstandar internasional sehingga pesertadidik terbiasa melakukan observasi, eksperimen, analisis, diskusi, pelaporan dan presentasi. Strategi-strategi tersebut diterjemahkan ke dalam teknik mengajar yang kreatif inovatif oleh para tenaga pendidik dan ditunjang dengan penggunaan Bahasa Inggris dan Information Communication Technology (ICT) dalam proses pembelajarannya, serta sistem administrasi sekolah sesuai dengan syarat yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mengacu pada negara-negara maju dalam pendidikan yang tergabung dalam Organization for Economic Cooperation and Development (OECD).
|
||
|
SMA GIS mengembangkan potensi individu secara holistic (readiness, progress, achievement, and aptitude) dan terpadu untuk membentuk karakter individu yang secara intellectual, emotional dan physical seimbang dan harmonis berlandaskan nilai-nilai spiritual dan pengabdian kepada Allah SWT. Kurikulum SMA GIS menerapkan strategi Internalisasi Nilai Islam dalam proses pembelajaran yakni mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam seluruh mata pelajaran dengan memperhatikan usia dan perkembangan jiwa serta potensi pesertadidik.
|
||
|
Diharapkan melalui peningkatan dan pengembangan program-programnya, SMA GIS mampu menjadi :
|
||
|
|
Sekolah Islam yang besar dan berkualitas serta dapat bersaing dalam kehidupan global.
|
|
|
|
Sekolah Islam yang unggul dan terdepan dalam pengembangan kurikulum pendidikan keislaman dan Bahasa Inggris.
|
|
|
|
Sekolah Islam yang berkarakter dan menjadi pilihan umat Islam Indonesia pada umumnya serta masyarakat DKI Jakarta khususnya.
|
|
|
|
||
|
Proses Pembelajaran menerapkan sistem bilingual (English Simple Instruction) dengan internalisasi nilai Keislaman pada setiap subjek mata pelajaran. Desain kelas untuk pembelajaran dikemas dalam konteks mata pelajaran yang menarik dan memotivasi peserta didik dalam suatu pola Moving Class.
|
||
|
B. KURIKULUM
|
||
|
SMA GIS menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Plus, yang mengacu pada Kurikulum nasional dan diintegrasikan dengan muatan Islam pada semua aspek pembelajaran (Internalisasi Nilai-Nilai Islam). Kurikulum diarahkan pada paradigma baru, dimana proses teaching menjadi learning, sumber belajar bukan hanya berasal dari guru, tetapi guru berperan menjadi fasilitator, edukator, dinamisator, motivator dan evaluator (Student Centered/Oriented).
|
||
|
Pengembangan kurikulum menjadi kata kunci dalam meraih keberhasilan kegiatan pembelajaran. SMA GIS selalu berupaya untuk memadukan kurikulum tingkat satuan pendidikan melalui pengembangan meliputi unsur isi kurikulum maupun penentuan beban belajar siswa. |
||
|
Berikut ini adalah hasil pengembangan kurikulum yang dilakukan SMA GIS : |
||
|
1. |
Pengembangan kurikulum agama meliputi aspek aqidah, Ibadah, Akhlak dan Tarikh, serta penambahan beban belajar menjadi 2 kali tatap muka/minggu (4 jam pelajaran). | |
|
2. |
Penambahan jam untuk mata pelajaran MIPA (Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi) dengan Buku Sumber yang Bilingual. |
|
|
3. |
Penambahan Jam Bahasa Inggris menjadi 5 jam pelajaran. |
|
|
4. |
Pengembangan bahan ajar untuk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang lebih aplikatif. |
|
|
5. |
Intensive English Communication menjadi mata pelajaran muatan lokal. |
|
|
C. PROSES PEMBELAJARAN |
||
|
Dalam pelaksanaan penyelenggaraan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, proses pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan prinsip pembelajaran aktif, kooperatif dan kontektual (active, cooperative and contextual learning) dengan program moving class serta sistem yang bervariasi sesuai kompetensi, seperti ; problem-based learning, inquiry-based learning, project-based learning, dll. Sehingga siswa terbiasa melakukan observasi, eksperimen, analisis, diskusi, pelaporan, presentasi, dll. Sistem-sistem tersebut harus dapat diterjemahkan kedalam metode dan tehnik mengajar yang kreatif innovatif oleh para tenaga pendidik.
|
||
|
Pembelajaran yang terintegrasi yakni internalisasi nilai-nilai Islam ke dalam seluruh mata pelajaran, yang ditunjang dengan penggunaan Information Communication Technology (ICT) dalam proses pembelajarannya, seperti; internet (wireless), LCD, Laptop/Komputer, dll. juga pengadministrasian sekolah yang sesuai dengan syarat yang telah di tetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. |
||
| Dengan demikian, jelas sangat perlu dilakukan upaya-upaya yang optimal secara adaptif mengacu ke negara maju yang menguasai dunia teknologi informatika dan berbahasa Inggris. Pimpinan, guru dan tenaga tata usaha dituntut harus menguasai kedua hal tersebut agar sustainability program ini terjamin. | ||
|
Global Islamic School (GIS) adalah suatu lembaga pendidikan Islam yang mengembangkan potensi individu secara holistic (Readiness, Progress, Achievement, and Aptitude), terpadu dan sistematis untuk membentuk individu-individu yang secara intellectual (IQ), emosional (EQ) dan fisikal (AQ) seimbang dan harmonis berlandaskan nilai-nilai spiritual dan pengabdian kepada Allah (SQ) yang didukung dengan manajemen tehnologi informasi kontemporer. |
||
| Bahasa Inggris merupakan bahasa pendukung dalam proses pembelajaran dan merupakan alat komunikasi dalam kegiatan sehari-hari di lingkungan sekolah. Pelaksanaan pembelajaran bahasa Inggris dilakukan oleh guru local dan native speaker. Target bahasa Inggris untuk siswa adalah menguasai TOEFL sampai 500 poin. | ||
![]() |
||
|
D. PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN KESISWAAN |
||
| Pembinaan dan Pengembangan siswa meliputi aspek-aspek sebagai berikut : | ||
| a. |
Pembinaan Sikap |
|
|
Dari pembinaan aspek ini diharapkan agar para siswa betul-betul dapat menjadi pribadi yang bertakwa kepada Allah SWT, berbudi pekerti luhur, berpribadi kuat dan sehat sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran agama. |
||
| b. |
Pembinaan Pengetahuan |
|
|
Dalam pembinaan aspek ini diharapkan agar kecerdasan dan kemampuan berpikir sebagai karunia yang tinggi yang ada pada manusia dapat dikembangkan sehingga kehidupan dan penghidupan individu maupun menyerap dan mendayagunakan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhan bangsa dan dunia. |
||
| c. |
Pembinaan Keterampilan, Bakat/Minat |
|
|
Pembinaan jasmani yang mencakup kesehatan siswa didasarkan atas kepentingan dan kebutuhan pembinaan bangsa. Semua aspek kehidupan dan semua lapangan pekerjaan menuntut kondisi jasmani yang baik dan sehat. Dengan tujuan agar setiap individu memperoleh keadaan tubuh yang segar, kuat, tangkas, terampil dan sehat akan dapat dan mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya mengamalkan haknya secara konstruktif dan produktif. |
||
|
Siswa sebagai sumber tenaga manusia sudah seharusnya dipersiapkan secara fisik, mental dan spiritual untuk menjadi tenaga kerja yang nantinya mampu untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Tujuan pembinaan dan pengembangan siswa dalam hal ini adalah untuk memberikan masa depan dan kemudian dapat menjadikannya sebagai tenaga kerja yang berwiraswasta / berwirausaha, bermotivasi, cakap, terampil, kreatif dan bertanggung jawab. |
||
|
E. INTERNALISASI KEISLAMAN |
||
|
Semua tenaga pendidik mengajarkan mata pelajaran dengan memasukan nilai-nilai keislaman sehingga membentuk pemahaman aqidah yang kuat. Selain itu pembiasaan ibadah keagamaan dan penanaman akan pentingnya ibadah menjadi pemandangan keseharian. |
||
| Beberapa program utama Internalisasi keislaman sebagai berikut : | ||
| a. |
Pengucapan Ikrar Setiap Pagi |
|
| b. |
Menyebarkan Salam dan Senyum Kepada Seluruh Warga Sekolah dan Tamu |
|
| c. |
Membuka dan Mengakhiri Kelas dengan Do'a |
|
| d. |
Tadarrus Al-Qur'an |
|
| e. |
Sholat Dhuha dan Kultum |
|
| f. |
Wajib Melaksanakan Sholat Dzuhur dan Ashar Berjama'ah |
|
| g. |
Pembiasaan Shalat Rawatib |
|
| h. | Pelatihan menjadi Imam dan Khatib Jum'at | |
| i. |
Menerapkan Nilai-Nilai Islam dalam Aktifitas Belajar-Mengajar di Kelas |
|
| j. | Peringatan Hari Besar Islam | |
![]() |
||
|
F. PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERBAHASA INGGRIS |
||
| Fokus pada penguasaan Bahasa Inggris dengan empat aspeknya yaitu wiritng, Listening, Speaking dan Reading diperkaya dengan pembiasaan terpola bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi sehari-hari terutama di luar kelas pada event tertentu melatih dan merangsang siswa untuk berani dan percaya diri menggunakan Bahasa Inggris. | ||
|
Pembangunan English Environment merupakan prioritas kuat bagi sekolah kami dengan beberapa program utama sebagai berikut : |
||
| - |
Morning Speech |
|
| - | English Wall Magazine | |
| - |
English For Classroom Instruction |
|
| - |
English For Objective Learning |
|
| - |
English Competition |
|
| - |
Native Speaker |
|
| - |
English Hours |
|
| - | School Radio | |
| - | Homestay Program / Sister School | |
![]() |
||
|
G. PENGEMBANGAN MINAT DAN BAKAT |
||
| Sekolah sebagai wahana pembentukan karakter peserta didik tentu hanya bertumpu pada aspek kognitif saja namun juga aspek lainnya dalam hal ini SMP GIS meyakini peserta didik memiliki potensi Multiple Intelegencies. Oleh sebab itu pengembangan minat dan bakat Peserta didik menjadi salah satu program andalan yaitu : | ||
| 1. | Rohis | |
| 2. | Paskibra | |
| 3. | Futsal | |
| 4. | Basket | |
| 5. | Band | |
| 6. |
KIR ( Karya Ilmiah Remaja ) |
|
| 7. | Karate | |
| 8. | Pengembangan IT | |
| 9. | Tari Saman | |
| 10. | Kuliner | |
| 11. | Fotografi dan Jurnalistik | |
| 12. | Bulutangkis | |
![]() |
||
|
H. SARANA PENUNJANG PEMBELAJARAN |
||
| Dalam rangka menunjang pola pendidikan dan model pembelajaran yang diterapkan SMA GIS maka sekolah berusaha menghadirkan fasilitas terbaik demi terwujudnya proses Belajar Mengajar yang berkualitas dan bermakna. | ||
| Beberapa Fasilitas penunjang itu diantaranya : | ||
| 1. | Lapangan Futsal | |
| 2. |
Lapangan Basket |
|
| 3. |
Lapangan Bola Volly |
|
| 4. |
Lapangan Tenis Meja |
|
| 5. |
Lapangan Bulu Tangkis |
|
| 6. |
Lapangan Karate |
|
| 7. | Media Jurnalistik / Fotografi | |
| 8. | Satu set alat Band | |
| 9. | Peralatan Kuliner | |
| 10. |
Laboratorium IPA / IPS |
|
| 11. |
Laboratorium Komputer |
|
| 12. | Peralatan Olah Raga | |
| 13. |
Masjid / Laboratorium Agama |
|
| 14. | Satu Set Peralatan Tari Saman | |
| 15. |
Satu Set Peralatan dokumentasi |
|
![]() |
||
.jpg)
.jpg)




