
Seperti biasanya, di pagi hari sebelum keberangkatan. Our Principal Mr. Akhmad Shunhaji selalu memberikan wejangan dan arahan kepada kami para Teachers dan siswa/i agar kegiatan kami dapat berjalan dengan sukses dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat di sana.
Jam 08.00 WIB, dengan mengendarai bus Aero Wisata kami berangkat menuju lokasi dilepas oleh Mr. Akhmad Shunhaji dan para orangtua/ wali murid. Terlihat wajah-wajah ceria dari para siswa/i dan perasaan bangga di hati mereka karena sudah belajar mandiri dan berani sehingga tidak perlu di temani oleh orangtua mereka.
Tidak lebih dari satu jam perjalanan sampailah kami di Museum Layang - layang. Di sana kami di sambut oleh para pengurus Museum Layang - layang dan diberi penjelasan mengenai kegiatan - kegiatan yang akan kami lakukan selama di sana.
Alhamdulillah, di museum layang - layang kami di suguhkan film documenter tentang layang - layang dan memperoleh pengetahuan mengenai sejarahnya, jenis macam bentuk dan koleksi layang - layang yang ada di museum layang - layang yang berasal dari dalam dan luar negeri. Dari sana kami baru tahu, ternyata layang - layang sudah ada sejak zaman dahulu kala dan konon asalnya dari negeri Cina. Pada masa itu selain sebagai permainan, layang - layang juga dimanfaatkan untuk kepentingan militer dan perang. Penemuan pesawat terbang juga terinspirasi dari layang - layang. Dan layang - layang tidak hanya dikenal sebagai satu jenis permainan rakyat Indonesia saja tapi juga seluruh dunia.
Hebohnya lagi, selain mendapatkan pengetahuan tentang layang - layang di sana kami juga diajarkan cara membuat layang - layang dari kertas yang bahan - bahannya sudah disiapkan oleh pihak museum. Dan agar layang - layang terlihat lebih menarik maka kami diberi waktu untuk mewarnainya. "Wah!, hasilnya luar biasa!!" Senangnya layang - layang kami jadi berwarna warni dan kami boleh membawa pulang layang - layang kami.
Ada lagi kegiatan kami yang sangat menarik di museum layang - layang, yaitu membuat keramik dari tanah liat yang katanya khusus di datangkan dari Sukabumi dan kami tidak perlu merasa takut dan khawatir karena tanah liat tersebut sudah steril dari kuman dan bibit penyakit. Mengasyikkan sekali melihat para siswa/i memperaktekkan membuat keramik sendiri dengan di bimbing oleh para pembimbing dan mereka terlihat sangat enjoy. Dan sebagai kenang - kenangan kami boleh membawa pulang hasil karya kami. Namun butuh waktu seminggu untuk melihat hasil karya kami karena keramik - keramik tersebut harus dibakar dahulu agar hasilnya kuat dan tidak mudah pecah dan patah.
Tidak terasa hari sudah cukup siang. Setelah beristirahat sejenak dan lunch kami pun pamit mohon diri kembali ke sekolah kami tercinta. Sayonara...Museum layang - layang ! See you next time Insya Allah. ***