Senin 06-September-2010
Username    
Password    

Email
Password
Ulangi Password
Nama Lengkap
Jenis Kelamin 
Tanggal Lahir yyyy-mm-dd
Kelas
Kosongkan kelas jika anda Guru
Alamat

PENGARUNGAN HULU SUNGAI CILIWUNG

Pengarungan yang dilakukan sendiri ini memilih trip dari jembatan Depok Baru dan berakhir di jembatan Tanjung Barat. Kenapa di pilih trip ini karena berdasarkan beberapa team yang pernah melakukan pengarungan di sungai ciliwung ini, jalur dari jembatan Depok Baru sampai jembatan Tanjung Barat cocok untuk diarungi bagi pemula karena Gradenya masih I dan II, sebuah Grade yang mungkin tidak terlalu rumit bagi yang baru mengikuti pengarungan sungai.

Pada pengarungan kali ini GLAD TEAM sangat beruntung karena mendapatkan fasilitas alat seperti  Perahu, helm dan dayung dari HIMPALA UNIAT (Himpunan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Islam Attahiriah). HIMPALA UNIAT sendiri mendapat fasilitas perahu  dan alat - alat lainnya dari seorang donatur baik hati yang rela perahu karetnya digunakan untuk berlatih. Olehkarena itu kami menggunakan moment ini sebaik mungkin.

Kami menuju sungai Ciliwung, dimulai dari kampus HIMPALA UNIAT pada pukul 07.00. Kami berangkat pagi agar pengarungan berlangsung dengan cuaca yang cukup baik. Kami tiba di lokasi jembatan Depok Baru sekitar pukul 08.00. Setibanya kami dilokasi, para siswa dan Himpala Uniat serta pendamping setia GLAD TEAM yaitu saudara Sandi dan Iskandar dari TRAMP mulai mempersiapkan alat.

Sebelum pengarungan ini dilakukan saya memberikan sedikit  dasar - dasar pengarungan sungai yang berarus deras pada siswa GLAD TEAM dan Himpala Uniat, Sandi dan Iskandar menambahkan dengan materi pendukung lain. Secara kebetulan ilmu pengarungan sungai ini pernah saya dapat dari Wanadri (Perhimpunan penempuh rimba dan pendaki gunung).

Jam 09.05 setelah berdoa kami melakukan start awal pengarungan hulu sungai ciliwung. Pengarungan kali ini dibagi menjadi empat perahu, masing - masing perahu di awaki 6/7 orang. Aba - aba dengan peluit mulai dibunyikan.... Tidak lama kemudian perahu pertama langsung bergerak disusul kemudian perahu selanjutnya. Masing - masing perahu ada skiper (Kapten) sebagai pimpinan rombongan sekaligus yang nanti mengatur perahu.

Selama pengarungan berlangsung suasana berjalan dengan riang gembira. Masing-masing perahu selalu bersemangat, begitu antusiasnya banyak siswa yang bernyani dengan satu komando. Teriakan "Satu Dua" seringkali terdengar, teriakan lain semisal "Dayung maju", "Dayung mundur", "Dayung kuat", "Kiri mundur kanan maju" atau sebaliknya, "Bum" serta aba - aba lain dalam olahraga arusderas (arungjeram).

Saling siram menyiram antar perahu juga terjadi. Bagi siswa atau rekan lain yang pakaiannya masih kering langsung disiram. Memang rasanya agak lucu juga jika melakukan pengarungan pakaian kita kering. Selain itu bila diamati air sungai ciliwung dari Depok tidak terlalu kotor, bahkan menurut saya, saat itu kondisi sungai Ciliwung rasa - rasanya kok mirip dengan  sungai di Bogor, sehingga masih enaklah untuk mandi dan berenang.

Karena begitu nyaman sungai ini bahkan ada beberapa anggota Himpala yang usil dengan menceburkan salah seorang anggota TRAMP, akhirnya banyak juga siswa dan saya sendiri ikut menceburkan diri menikmati alaminya sungai Ciliwung dari hulu. Bagi yang disiram dengan air sungai Ciliwung cuma bisa pasrah dan akhirnya mereka membalas kembali dengan senyum dan tawa.

Sungai Ciliwung yang kami arungi untuk kali ini sangat bersahabat karena cuaca cerah,akan lebih bagus lagi bila datang hujan untuk menambah derasnya arus. Kondisi sungai Ciliwung dari hulu Depok masih cukup alami  dan terlihat rimbun, sampah memang ada namun tidak separah ketika berada di Condet sampai muara sungai masuk pusat kota Jakarta.

Pemandangan hulu sungai Ciliwung ternyata masih banyak tanaman - tanaman yang cukup lebat di seputar bantaran kali, sepertinya tanaman tersebut cukup mampu menampung air hujan, saya bahkan sempat bergumam "ah, seandainya kota Jakarta masih seperti ini betapa nyamannya Jakarta.

Pengarungan yang kami lakukan berlangsung kurang lebih 7 Jam, dikarenakan pengarungan kali ini dilakukan dengan santai dan terukur. Seringkali dalam pengarungan kali ini kami berhenti di tempat yang sedikit datar dipinggir sungai untuk beristirahat sejenak sambil memakan kudapan dan foto - foto.

Perjalanan berakhir pada pukul 16.00 di jembatan Tanjung Barat, lalu kami membawa perahu yang kami pakai keatas jembatan dan ternyata mobil yang menjemput sudah siap untuk mengantarkan kami pulang.

Ciliwung suatu saat kami pasti kembali.....

By. Iwan Mahmud S.Pdi, M.Si (Pembina Ekskul SMA)

Perguruan Global Islamic School Tidak Membuka Cabang Dimana Pun
Contact Us
Best viewer using Mozilla Firefox 3.5.3
Copyright 2009©Global Islamic School