
Yang terbanyak adalah kontingen mahasiswa karena diikuti lebih dari 200 peserta se-Indonesia, bahkan dari UNHAS Makassar, yang rata-rata adalah mahasiswa jurusan bahasa Arab. Adapun kontingen siswa diikuti oleh 20 an sekolah yang kebanyakan adalah Madrasah 'Aliyah, baik pesantren maupun MAN, bahkan mereka yang disekolahnya memang jurusan bhs. Arab. Seperti MAN4 Pondok Pinang, MA Insan Cendikia, termasuk ada juga dari SMA PB. Soedirman Cijantung.
Siswa/i SMA Global Islamic School dalam festival ini mengikuti lomba pidato bhs. Arab, story telling bhs. Arab dan seni kaligrafi, mereka telah tampil dengan maksimal dan dengan segala kemampuannya, bahkan menurut kami, penampilan siswa SMA Global Islamic School lebih baik daripada siswa SMA PB. Soedirman terutama dalam story telling yang diikuti oleh 14 peserta. Apalagi, dalam lomba puisi bahasa Arab, dari 9 peserta lomba, ada 1 peserta yang kabur yaitu peserta terakhir karena melihat penampilan-penampilan peserta sebelumnya sampai panitia minta waktu 5 menit untuk mencari-cari.
Adapun lomba pidato bhs. Arab, dari 12 peserta lain sungguh luar biasa. Mereka mampu hafal teks di luar kepala, berpidato selama 15 menit, bahkan tampil layaknya PILDACIL. Begitupun kaligrafi, karena pesertanya dicampur siswa dengan mahasiswa yaitu ada 30 peserta, maka tim kaligrafi SMA Global Islamic School masih jauh tertinggal dengan yang lain.
Sebetulnya kami sangat berharap ada siswa SMA Global Islamic school yang dapat meraih prestasi pada mata lomba puisi Arab (Paling tidak juara harapan), karena tim SMA Global Islamic School adalah yang pertama membawakan puisi klasik setelah peserta-peserta sebelumnya membawakan puisi bebas. Bahkan ketika waktu jeda, 3 orang juri yang semuanya adalah dosen sastra Arab UI, sempat menanyakan jenis bahar/lagu puisi dan juga ketukan-ketukannya kepada siswa SMA Global Islamic School dan para siswa SMA Global Islamic School pun mampu menjawabnya. Sampai mereka bertanya : "Memang di SMA Global Islamic School diajarkan puisi Arab?" lalu kami menjawab bahwa kalau diajarkan di dalam kelas tidak, hanya diajarkan khusus lomba saja.
Demikianlah kenyataan di lapangan, sayangnya tidak ada satupun siswa SMA Global Islamic School yang meraih juara, karena tidak ada juara harapan, hanya juara 1,2 dan 3. Tetapi menurut kami, dengan tampilnya siswa/i SMA Global Islamic School pada acara lomba ini adalah juga merupakan sebuah prestasi yang tidak terhingga serta menjadi pelajaran dan pengalaman buat kami untuk lebih berprestasi pada lomba-lomba bhs. Arab dan keagamaan berikutnya.
By. Mr. Hermawan, MA.